Masyolan.com - Dalam pengelolaan inventory, akurasi stok menjadi faktor penting yang memengaruhi operasional bisnis. Salah satu elemen dasar yang sering dianggap sepele, tetapi sangat krusial, adalah SKU.
SKU atau Stock Keeping Unit berfungsi sebagai identitas unik setiap barang dalam sistem inventory. Tanpa SKU yang jelas dan konsisten, pencatatan stok berisiko mengalami kesalahan.
Melalui penerapan SKU yang tepat, perusahaan dapat mengelola stok dengan lebih rapi dan terkontrol. Artikel ini akan membahas peran SKU serta bagaimana kode ini membantu menjaga keakuratan stok barang.
Mengenal SKU (Stock Keeping Unit)
SKU (Stock Keeping Unit) adalah kode unik yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap jenis barang dalam sistem inventory. Kode ini biasanya terdiri dari kombinasi huruf dan angka yang merepresentasikan karakteristik tertentu dari suatu produk.
Setiap SKU bersifat spesifik dan berbeda satu sama lain, meskipun barang tersebut terlihat serupa secara fisik. Dengan adanya SKU, setiap produk dapat dibedakan berdasarkan atribut seperti jenis, ukuran, warna, atau varian lainnya tanpa menimbulkan kebingungan.
Dalam penerapannya, SKU juga menjadi acuan utama saat barang dicatat di aplikasi pencatatan keluar–masuk barang. Ketika tim mencatat setiap barang masuk dan keluar menggunakan SKU, mereka bisa menjaga pencatatan transaksi tetap konsisten dan mempermudah audit riwayat stok di aplikasi.
Peran SKU dalam Menjaga Akurasi Stok Barang
Penerapan SKU yang konsisten membantu perusahaan mengelola data stok secara lebih terstruktur. Berikut beberapa peran penting SKU dalam menjaga keakuratan stok barang:
1. Membedakan produk dengan spesifikasi mirip
SKU memungkinkan sistem membedakan barang yang memiliki nama sama tetapi berbeda ukuran, warna, atau varian. Tanpa SKU yang spesifik, barang dengan karakteristik berbeda berpotensi tercatat sebagai satu item yang sama.
2. Mengurangi kesalahan saat penerimaan dan pengeluaran barang
Setiap transaksi barang masuk dan keluar dicatat berdasarkan SKU, bukan hanya nama produk. Hal ini mencegah kesalahan pengambilan barang yang sering terjadi akibat penamaan yang mirip.
3. Mempermudah identifikasi sumber selisih stok
SKU membantu melacak di tahap mana selisih stok terjadi, apakah pada proses penerimaan, penyimpanan, atau distribusi. Dengan data berbasis SKU, tim inventory dapat melakukan koreksi secara lebih terarah.
4. Mendukung stock opname yang presisi
Proses stock opname menjadi lebih efisien karena pencocokan dilakukan per SKU, bukan per kategori umum. Setiap perbedaan jumlah dapat langsung diidentifikasi pada item yang spesifik.
Kesalahan Umum dalam Penggunaan SKU
Meskipun SKU berperan penting dalam pengelolaan inventory, penerapannya sering kali masih kurang tepat di lapangan. Berikut beberapa kesalahan umum dalam penggunaan SKU yang dapat memengaruhi akurasi stok barang:
Penggunaan SKU yang sama untuk varian berbeda: Barang dengan perbedaan ukuran, warna, atau tipe dicatat menggunakan satu SKU sehingga stok tidak merepresentasikan kondisi sebenarnya.
Struktur SKU tidak konsisten: Perbedaan format penulisan SKU antar produk membuat sistem sulit membaca dan mengelompokkan data dengan benar.
Perubahan SKU tanpa pembaruan sistem: SKU yang diubah secara manual tidak disesuaikan di sistem inventory sehingga data historis menjadi tidak sinkron.
SKU terlalu panjang dan tidak terstandar: Kode yang terlalu kompleks meningkatkan risiko salah input saat transaksi barang.
Tidak mendokumentasikan arti SKU: Ketiadaan panduan atau master data SKU menyulitkan tim memahami struktur kode yang digunakan.
Mengandalkan nama barang tanpa validasi SKU: Proses transaksi dilakukan berdasarkan nama barang saja tanpa pengecekan SKU, yang berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan.
Siap Merapikan Stok Barang dengan Sistem SKU?
SKU merupakan dasar yang penting untuk menjaga pencatatan inventory tetap rapi dan konsisten. Struktur SKU yang jelas dapat membuat bisnis Anda memperkuat kontrol stok dan memudahkan pelacakan transaksi di sistem.
Sekarang, apakah SKU di bisnismu sudah disusun secara terstandar dan digunakan secara konsisten di setiap proses keluar–masuk barang? Jika belum, langkah kecil seperti merapikan format SKU dan mendokumentasikan aturannya bisa jadi awal yang besar untuk meningkatkan akurasi stok.
