Masyolan.com - Dalam dunia rehabilitasi medis, alat bantu memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan aktivitas seseorang yang mengalami keterbatasan fisik.
Dua istilah yang sering ditemukan adalah ortotik dan prostetik. Meskipun keduanya berkaitan dengan penggunaan alat bantu tubuh, fungsi serta tujuan penggunaannya berbeda.
Ortotik umumnya digunakan untuk menopang atau mengendalikan fungsi bagian tubuh yang masih ada, sedangkan prostetik bertujuan menggantikan bagian tubuh yang hilang.
Memahami perbedaan keduanya dapat membantu masyarakat mengenali pilihan alat bantu yang mungkin direkomendasikan dalam proses rehabilitasi.
Apa Itu Alat Ortotik?
Alat ortotik atau orthosis merupakan perangkat yang dirancang untuk menopang, menstabilkan, mengendalikan gerakan, atau mengakomodasi kondisi bagian tubuh tertentu.
Orthosis dapat digunakan pada kaki, pergelangan, lutut, tangan, hingga tulang belakang.
Contohnya adalah Ankle Foot Orthosis atau AFO untuk mendukung kaki dan pergelangan, serta scoliosis brace yang digunakan dalam penanganan skoliosis tertentu.
Pemilihan orthosis bergantung pada kondisi medis dan tujuan rehabilitasi.
Tidak setiap gangguan gerak memerlukan alat ortotik, sehingga evaluasi tenaga kesehatan tetap diperlukan.
Apa Itu Alat Prostetik?
Alat prostetik atau prostesis digunakan untuk menggantikan bagian tubuh yang hilang, misalnya setelah amputasi.
Contoh yang sering dikenal adalah kaki palsu dan tangan palsu.
Prostesis dapat dirancang untuk membantu fungsi tertentu, memberikan tampilan pengganti anggota tubuh, atau menggabungkan kedua tujuan tersebut.
Jenis dan desainnya sangat bervariasi berdasarkan tingkat amputasi dan kebutuhan pengguna.
Sebagian prostesis menggunakan komponen mekanis sederhana, sedangkan produk lainnya dapat memiliki sistem penggerak lebih kompleks.
Perbedaan Ortotik dan Prostetik
Berdasarkan Fungsi
Orthosis berfungsi memberikan dukungan pada bagian tubuh yang masih ada.
Sebaliknya, prostesis digunakan untuk menggantikan bagian tubuh yang hilang.
Perbedaan ini penting karena memengaruhi desain alat, cara penggunaan, serta proses rehabilitasi.
Berdasarkan Kondisi Pengguna
Pengguna orthosis dapat memiliki gangguan otot, saraf, sendi, atau struktur tubuh tertentu.
Sementara itu, pengguna prostesis umumnya mengalami kehilangan anggota gerak akibat amputasi atau kondisi bawaan tertentu.
Namun, kebutuhan tiap individu tetap berbeda meskipun memiliki diagnosis atau tingkat amputasi yang sama.
Berdasarkan Proses Penyesuaian
Baik orthosis maupun prostesis sering membutuhkan pengukuran dan fitting.
AFO harus sesuai dengan bentuk kaki dan pergelangan, sedangkan kaki palsu membutuhkan socket yang dirancang berdasarkan kondisi sisa tungkai.
Ketidaksesuaian ukuran dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan penggunaan.
Karena itu, pemeriksaan serta penyesuaian merupakan bagian penting dari proses pembuatan alat.
Contoh Alat Ortotik
Salah satu contoh orthosis adalah AFO yang dapat digunakan pada kondisi gangguan berjalan tertentu, termasuk foot drop.
Selain itu, scoliosis brace dapat direkomendasikan untuk sebagian remaja yang masih dalam masa pertumbuhan guna membantu membatasi perkembangan kelengkungan tulang belakang.
Sepatu ortopedi custom juga dapat menjadi bagian dari penyesuaian alas kaki pada kondisi tertentu.
Setiap alat mempunyai fungsi berbeda dan tidak dapat digunakan secara sembarangan.
Contoh Alat Prostetik
Kaki palsu merupakan prostesis untuk menggantikan bagian anggota gerak bawah yang hilang.
Desainnya dapat berbeda antara amputasi bawah lutut dan atas lutut.
Sementara itu, tangan palsu digunakan untuk menggantikan bagian anggota gerak atas.
Pilihan prostesis kosmetik dan fungsional dapat dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengguna.
Proses pembuatannya melibatkan evaluasi, pengukuran, pemilihan komponen, dan fitting.
Mengapa Alat Ortotik dan Prostetik Dibuat Custom?
Bentuk tubuh dan kondisi medis setiap orang berbeda.
Alat yang sesuai bagi satu pengguna belum tentu memberikan kenyamanan yang sama bagi orang lain.
Proses custom membantu menyesuaikan bentuk, ukuran, serta karakteristik alat dengan kebutuhan individu.
Melalui layanan ortotik dan prostetik, Putra Medika Center menyediakan pembuatan berbagai alat bantu, termasuk kaki palsu, tangan palsu, scoliosis brace, dan AFO.
Memilih Penyedia Alat Bantu yang Tepat
Calon pengguna perlu mempertimbangkan proses konsultasi, kemampuan pengukuran, pilihan material, serta layanan penyesuaian alat.
Informasi mengenai pemakaian dan perawatan juga perlu disampaikan secara jelas.
Bagi masyarakat yang membutuhkan pusat pembuatan alat ortopedi di Bekasi, Putra Medika Center melayani konsultasi dan pembuatan alat bantu berdasarkan kebutuhan pengguna.
Kesimpulan
Ortotik dan prostetik merupakan dua kelompok alat bantu yang memiliki tujuan berbeda.
Orthosis mendukung fungsi bagian tubuh yang masih ada, sedangkan prostesis menggantikan bagian tubuh yang hilang.
Keduanya dapat menjadi bagian dari rehabilitasi apabila dipilih melalui evaluasi yang tepat, dibuat sesuai kebutuhan, dan digunakan berdasarkan petunjuk tenaga profesional.

